Senin, 06 Desember 2010

the law of love

Suatu hari di negeri yang terlupakan oleh sejarah berdirilah sebuah kerajaan yang dipimpin oleh raja yang sangan mematuhi aturan- aturan yang ada di dalam buku undang- undang kenegaraan.Dan raja itu mempunyai seorang istri yang sangat setia dan sangat patuh terhadap semua keputusan sang raja.Kehidupan mereka dilengkapi oleh seorang pangeran yang sangat tampan, namun pangeran itu mempunyai sifat yang sangat berbeda dengan sifat keduaorangtuanya karena dia adalah pangeran yang sangat nakal dan suka melanggar aturan- aturan kerajaan.
Pada suatu hari sang pangeran sedang menikmati sore di taman kota.Sang pangeran duduk duduk di bangku taman dengan memandang beraneka macan bunga dan burung yang hilir mudik di depannya, air mancur yang mengeluarkan bunyi splash splash turut menyenangkan sore itu.Dan tiba- tiba ....
'Aduh ,, ' jerit seorang gadis yang terjatuh tepat di depan sang pangeran. Dengan segera pangeran bangkit dari bangku dan menolong sang gadis ' kau tdk apa2?' tanya pangeran ,, dan gadis itu menjawab 'iya ,, tdk apa2 ,, trimakasih'..mereka segera menuju bangku taman dan berbincang sebentar. namun saat langit mulai jingga gadis itupun pulang. tak lupa sebelum mereka berpisah mereka bertukar no.hp. yang merupakan kebiasaan yg tak sedang booming di zaman itu :)(hehe)

saat pulang menuju istana pangeran tak bisa melupakan gadis tadi
'oh Tuhan mengapa aku jadi begini ? mengapa aku terus memikirkannya ? Oh Tuhan jangan buat aku gila karena cinta ?' katanya dalam hati.

malam hari di Istana ..
setiap makan malam, keluarga istana selalu makan bersama di ruang makan istana yang sangat megah nan elegan. cahaya lampu nan redup tampak lebih elegan dengan tambahan lilin- lilin kecil yang eksotis sungguh indahnya ruangan ini. sup jagung yang hangat terasa pas dengan hadirnya udara dingin yang masuk melalui jendela besar di salah satu sisi ruang makan megah ini. Setiap makan malam, Raja tidak mau jika jendela ini tertutup karena jika jendela besar itu tertutup, mahkota malam tidak akan melengkapi sempurnanya acara makan malam. di tambah cahaya lampu di rumah- rumah penduduk yang bagaikan kunang- kunang.
'ayahanda, bolehkah saya menikah ?'
'wah tentu saja boleh , kau sudah besar ,, sudah waktunya kau menikah putaku' kata raja bijaksana
'adakan gerangan seorang putri yang memikat hati kau putraku?'tanya ratu kemudian ,, 'putri dari kerajaan mana anakku ? ayah akan segera pergi meminangnya ?' kata raja dengan senyum mengembang. 'iya, ibunda juga tak sabar ingin melihatnya.' sambung ratu antusias.
'emm .. dia .. .... dia rakyat sini ibunda dia hanya seorang penjual bunga di negeri ini ibunda. jadi ibunda dan ayahanda tak perlu repot2 mencarikanku pendamping hidup karena aku yakin dia pendamping hidup yang baik untukku' ujarnya dengan semangat. namun raut muka raja berubah derastis ' apa ? dia bukan seorang putri dia hanya rakyat biasa ? apalagi dia hanya penjual bunga ? TIDAK !! TIDAK BISA DAN TIDAK BOLEH !! ' ujar sang raja dengan muka merah karena marah dan kemudian berlalu menuju kamarnya. ' huh , anakku kau tahu mengapa ayahandamu begitu marah ? dan kau tahu mengapa kau tidak boleh menikahi gadis itu ? anakku kau tahu bahwa di undang2 kerajaan dikatakan bahwa seorang pangeran harus menikahi seorang putri. kau tahu kan siapa gadis yang kau katakan tadi ? dia bukan seorang putri anakku. dan kau pasti juga tahu jika ayahandamu merupakan seorang raja yang patuh terhadap undang2 kerajaan kan anakku ? ibunda harap kamu bisa memikirkannya dua kali. ibunda jga tdk setuju jika kamu menikahi gadis itu ' ujar ratu biijajk. ' tapi ibunda, aku benar2 mencintainya apakalah salah jika aku mencintainya? apakah ibunda juga tdk setuju karena dia hanya seorang penjual bunga dan bukan seorang putri ? itu bnr2 undang2 yang tak berguna !! ' tutur pangeran yang segera menyusuk kepergian ayahndanya menuju kamar dan meninggalkan ratu sendiri di meja makan.
di kamar pangeran ..
' undang2 apa itu tak masuk akal sekali. apakah mereka tahu jika cinta itu tak bisa dipisahkan dengan kasta ? sial apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan cintanya ?' tak lama setelah itu hp pangeran berdering 'huh siapa yang mengganggu ku ?' ternyata gadis penjual bunga itu menelponnya. ' astaga mimpi apa aku, gadis itu menelponku, harusnya aku dulu yg menelponnya, sudahlah yang penting aku haus segera mengagkatnya' ujarnya sambil meraih hp yang ada di sebelahnya ' halo ' angkat pangeran dengan senyum mengembang ' halo selamat malam pangeran saya nairy gadis penjual bunga yang nertemu pangeran sore tadi, apakah pangeran mengingatnya ?' ,, ' oh tentu, aku tentu mengingatnya, sore tadi merupakan hai yg sulit untuk dilupakan , ada apa ya ?' ' emm maaf pangeran , em apakah pangeran bisa membantu saya ?' ' oh tentu apapun akan aku lakukan' ' emm sebelumnya terimakasih, emem begini pangeran ibu saya sedang sakit parah namun kami tidak mempunyai uang untuk mengobatinya, apakah pangeran bisa membantunya ?' 'oh tentu dengan senag hati, besok pagi sekali aku akan menjenguknya dan menbawakan obat untuknya, bisa kan kau memberi tahuku di mana rumahmu?' ' oh dengan hati senang pangeran, rumah saya di hutan kemalajumba di tepi sungai kemalajumpa. saya tunggu kedatngan pangeran dan saya ucapkan terimakasih sekali pangeran. ' iya sama sama nairy '.. klik pnggilan terputus. saat itu juga pangeran berebcana untuk keluar dari istana esok pagi 'baiklah kalau begini caranya esok sebelum matahari muncul aku akan menuju hutan kemalajumba' tekadnya bulat.
namun...
'apa ?? pangeran akan keluar istana saat bukan jadwalnya ? ini merupakan tindakan yang melanggar aturan .. tidak boleh dibiarkan. emm sebenarnya siapa ya nairy yang pangeran sebut2 ? jangan jangan .. dia rakyat yang pangeran suka .. wah ini tidak bisa dibiarkan. aku harus mengikuti pangeran.' ternyata sang patih yang juga sangat taat dengan peraturan mendengar semua percakapan pangeran dengan nairy. dan apa yang terjadi selanjutnya ? mari kita baca lagi :P

esoknya .. hyaa .. 'akhirnya aku berhasil keluar dari kerajaan ini. semoga tidak ada yang melihatnya. aku harus cepat2 pergi sebelum ada yanng pengetahui keberadaanku.' akhirnya dengan sangat tergesa2 pangeran menaiki kuda putihnya dan memacunya menjauhi kerajaan menuju hutan kemalajumba. matahari sudah mulai bangun dari tidurnya dan sinarnya telah lelehkan keringat pangeran. 'aduh jauh sekali hutan kemalajumba ini.' setelah hampir putus asa sang pangeran mendengar suara gemericik air. dan kemudian pangeran langsung ikat jika rumah nairy berada di tepi sungai kemalajumba. akhirnya pangeran menelusuri suara gemericik air tadi. tak lama beningnya air telah tampak di depan mata dan beruntungnya sang pangeran hari itu karena ada sebuah rumah yang juga terlihat di depannya. 'semoga itu rumah nairy' batinnya dalam hati. dengan perlahan dia mengetuk pintu rumah berkayu itu. rumahnya tak besar, namun sangat indah dengan bunga di halamannya. ada mawar, melati, anggrek, dll harumnya seperti parfum kelas elit. krek . pintu rumah kayu itu terbuka. dan benar .. dewi fortuna berada di pihak pangeran. gadis yang membukakan pintu adalah nairy. 'pangeran, sepagi ini kau sudah datang ? mari masuk .. maaf jika rumah kami tak seberapa dengan kerajaan pangeran' katanya sambil mempersilahkannya masuk. 'tak mengapa nairy. walau kecil namun aku langsung merasa nyaman saat memasukinya. wangi bunga yang ada membuatnya terlihat mewah.' ujar pangeran dengan tulus.tak berapa lama terdengar derap langkah mendekat.. ' anakku .. siapa yang datang?' tanya seorang separuh baya kepada nairy. 'oh ibu, ini pangeran bu .. pangeran sudah satang membawa obat untuk ibu.' jawabnya kepada seseorang yang ternyata ibunya. ' oh .. kau ank muda yang baik. terimakasih telah menolong putriku kemarin. dan sekarang kau akan menolongku ? sungguh pemuda yang jarang sekali di zaman ini.' ujarnya sambil mencoba duduk. 'oh tak apa ibu. saya sungguh ikhlas menolong. sudah sepantasnya ini saya lakukan untuk sesama makhluk ciptaanNya. oh iya .. ini ada obat untuk ibu semoga obat ini bisa dengan segera menyembuhkan sakit ibu.'ujarnya dibarengi senyum yang menawan 'oh trimakasih anak muda semoga Tuhan membalas semua kebaikanmu'. tak butuh waktu yang lama sang pangeran sudah akrab dengan keluarga kecil ini. namun ditengah keceriaan ini, beberapa meter dari rumah ini terdengar derap kaki kuda mendekat. dan semakin lama semakin dekat...
*GUBRAKK .. terdengar suara pintu yang dibuka dengan paksa 'hay gadis kecil !!! kau di tahan atas nama kerajaan karena kau telah membuat pangeran keluar dari kerajaan pada waktu yang tidak tepat. dan itu merupakan sebuah pelanggaran. dan kau harus kami tahan di kerajaan. mari ikut saya !!!!' katanya kasar sambil membawa nairy ke kerajaan dengan paksa. 'hey patih apa yang kau lakukan? kau tidak boleh pergi membawanya ke kerajaan ?' balas pangeran dengan segera menunggangi kuda putihnya untuk menyusul sang patih dan nairy. sesampainya di kerajaan nairy langsung dijebloskan ke penjara. dan pangeran dikurung di dalam kamar karena telah keluar kerajaan tidak pada jadwalnya. dan esoknya akan di adakan persidangan mengenai kasus ini.

di kamar pangeran ...
'konyol sekali semua peraturan yang ada di negeri ini. 1. seorang pangeran hanya akan menikahi seorang putri ? 2. pangeran hanya diperbolehkan keluar istana sehari dalam satu minggu.. ini tak bisa dibiarkan .. aku harus mencari jalan keluarnya. tapi dengan cara apa ya ?' akhirnya pangeran berpikir dengan keras untuk mendapatkan ide yang cemerlang ini.

esoknyaaa ....
halaman kerajaan penuh oleh penduduk. penduduk penasaran putusan apa yang akan dijatuhkan oleh gadis cantik ini. dan rajapun telah memulai persidangan ini. setelah dibacakan semua kesalahan yang nairy perbuat raja langsung membuka buku tentang hukuman yang akan dijatuhkan. setelah mendapatkan halaman yang dicari raja langsung membacakannya " dan apabila ada seorang pangeran yang melakukan pelanggaran namun semua itu dilakukan untuk membantu sesama manusia maka hukuman itu harus dihapuskan dan pangeran harus dinikahkan dengan gadis itu' seketika suasana hening. 'ayah .. tidakkah salah dengan apa yang anda baca ?' tanya ratu dengan banyak kebingungan. dengan sekali lagi raja membacanya dan ternyata memang benar. 'iya .. ini tidak salah lagi' kemudian palupun diketuk tanda persidangan selesai. horrrreeeee saat itu juga seluruh penduduk berteriak ikut senang. dan di sudut paling cerah sang pangeran tersenyum dengan lebarnya... :)