hembusan angin menjadi lantunan melodi nan menyiksa
mencoba kuatkan diri
menatap langit mencari sebuah arti
namun tak sanggup
kembali aku menunduk
menatap tanah basah akan hujan
hujan dari sudut ruang diriku
ia mengusik,
mencoba menemaniku, menyelami tiap tatapku
tak sanggup aku menatap dan membiarkannya berlalu
dari helaan nafas ini aku mencoba mengabarinya
"aku ingin sendiri"
sepertinya, ia paham namun dengan santainya ia justru duduk
duduk disampingku
tak bisa aku menolak walau dengan sangat ingin ku tolak
saat kucoba meliriknya, ia justru tersenyum
jahat, senyumnya menyesakkan diriku
justru menambah semua beban yang ada
aku tahu ini tak wajar
aku tahu semua iri dengan keadaanku
aku tahu kata- kata bijak berlalu lalang
dan aku semakin tahu kalau ini benar- benar tak benar
dengan segala kerendahan diri
aku berdiri, meninggalkannya